PONTIANAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjangkau sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses transportasi. Salah satunya di SD Negeri 25 Pontianak yang berlokasi di Jalan Tanjung Pulau, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
Berbeda dari sekolah lain di wilayah perkotaan, distribusi MBG ke SDN 25 dilakukan melalui jalur sungai. Langkah ini dipilih karena lokasi sekolah berada di kawasan padat penduduk, tepatnya di Gang Baladewa, Tanjung Pulau, Kampung Dalam Bugis, dengan akses darat yang terbatas.
Untuk mencapai sekolah, kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Akses darat hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Karena itu, jalur sungai dinilai paling efektif dan aman agar makanan bergizi dapat tiba tepat waktu dan tetap dalam kondisi baik.
Tak hanya memastikan ketepatan distribusi, suasana pembagian makanan juga dibuat lebih ceria. Petugas pengantar MBG mengenakan kostum karakter superhero untuk menghibur para siswa. Dua karakter yang hadir adalah Ironman dan Ranger Hijau, yang turut membagikan makanan kepada murid-murid.
Kepala SD Negeri 25 Pontianak, Eko Bintarto, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan sejak tahap awal hingga memasuki tahun 2026, distribusi MBG berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kami dari pihak sekolah bersyukur alhamdulillah mendapatkan makanan bergizi gratis. Dalam pelayanan pendistribusian, kualitas makanan, hingga arahan yang diberikan kepada anak-anak, guru, dan staf, semuanya berjalan baik. Selama ini tidak ada kendala,” ujar Eko, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan dan pendistribusian MBG oleh SPPG Yayasan Pendidikan Al-Faqihil Muqoddam dilakukan secara terstruktur. Tim pelaksana menggelar simulasi serta briefing terkait pengelolaan makanan sebelum program berjalan. Pihak sekolah juga diberikan ruang untuk menyampaikan masukan dan keluhan sebagai bagian dari evaluasi.
Dengan jumlah siswa mencapai 162 orang, Eko menegaskan komitmen seluruh komunitas sekolah untuk mendukung keberlanjutan program MBG. Menurutnya, kondisi dan tantangan SDN 25 berbeda dibandingkan sekolah lain di pusat kota, sehingga dukungan dan pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan.
Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi solusi pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi. (Wyu)
