JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk memberantas tambang ilegal serta berbagai bentuk penyelundupan yang merugikan negara. Dalam sebuah penyampaian arahan kepada jajaran TNI serta para kepala daerah, Presiden menuntut adanya ketegasan dan kepekaan dari seluruh aparat negara terhadap aktivitas ilegal.
Prabowo menyoroti secara khusus keberadaan tambang ilegal, terutama yang beroperasi di kawasan hutan tanpa izin resmi. Ia meminta para Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) serta aparat teritorial di seluruh negeri untuk tidak menutup mata.
“Kalau ada tambang yang ilegal, apalagi tambang itu di hutan, tanpa izin babinsa harus periksa dan kami harus tahu. Jangan diam, harus tahu. Pangdam harus tahu,” tegas Presiden, Rabu (26/11/2025).
Sebagai Panglima Tertinggi TNI, Prabowo memerintahkan langsung Panglima TNI untuk memberikan penekanan ulang kepada seluruh jajaran, khususnya para Pangdam, Komandan Korem, hingga Komandan Kodim. Ia menegaskan bahwa pangkat dan tongkat komando yang disandang para perwira merupakan simbol kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Bintang yang diberikan kepada kamu, tongkat komando yang diberikan kepada kamu lambang dari tanggung jawab, lambang dari kepercayaan negara kepada mu, kepercayaan rakyat kepada kita,” ujarnya.
Selain soal tambang ilegal, Prabowo juga menuntut penghentian total praktik penyelundupan di berbagai daerah. Ia mengingatkan bahwa tidak ada alasan bagi aparat untuk tidak mengetahui apa yang terjadi di wilayah kerjanya.
“Hentikan penyelundupan, tidak ada alasan. Saudara-saudara tidak boleh tidak tahu. Panglima Kodam dan komandan teritorial boleh ke mana saja di wilayah Republik Indonesia.”
Dalam pesannya, Presiden juga menyampaikan apresiasi sekaligus pengingat kepada para kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga camat bahwa mereka adalah pemimpin rakyat yang dipilih melalui proses demokratis.
“Saudara-saudara adalah pemimpin rakyat. Dipilih oleh rakyat, dari mana pun, dari partai mana pun, tidak ada masalah. Begitu sudah dilantik, saudara-saudara setia kepada negara, bangsa, dan rakyat.” tambahnya.(Ara)
