KUBU RAYA – Kawasan Sungai Raya Dalam (Serdam) resmi dicanangkan sebagai pusat kuliner Kabupaten Kubu Raya. Bupati Kubu Raya Sujiwo menyebut, pada dasarnya Serdam telah lama dikenal masyarakat sebagai sentra kuliner, terutama pada malam hari, dan kini pemerintah hadir untuk melakukan penataan dan peningkatan fasilitas.

“Sebenarnya Serdam ini tanpa kita apa-apain sudah menjadi pusat kuliner. Mau cari makanan apa saja, jajanan apa saja, kalau malam hari sudah tersedia di sini. Pemerintah hanya meng-upgrade saja,” ujar Sujiwo, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, pencanangan ini sejalan dengan pembangunan pedestrian di kawasan Serdam agar lebih tertata, nyaman, dan aman bagi pelaku usaha maupun pengunjung. Dengan penetapan ini, Serdam diharapkan semakin dikenal luas sebagai destinasi kuliner, tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga masyarakat dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat.

“Ketika orang dari Sintang, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu, Sanggau, Landak, Bengkayang, Sambas, dan daerah lainnya datang ke Pontianak, mereka akan langsung datang ke Serdam,” katanya.

Dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pemerintah daerah telah menyiapkan 180 tenda UMKM yang tersebar di kawasan tersebut. Saat ini, sudah tersedia sekitar 6 spot, dengan target ke depan mencapai 15 spot pusat kuliner.

Sujiwo juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha dan dunia usaha yang telah meminjamkan halaman atau lahan mereka untuk digunakan sebagai lokasi tenda UMKM.

“Tujuan utama pencanangan ini adalah supaya terjadi pergerakan ekonomi, sekaligus memberdayakan pelaku UMKM yang dikoordinir langsung oleh Koperasi Desa Merah Putih Sungai Raya Dalam,” jelasnya.

Terkait penataan kawasan, Sujiwo menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kelancaran lalu lintas. Pemerintah telah mengambil kebijakan penarikan bangunan dan tenda sejauh 7 meter dari badan jalan guna menghindari kemacetan, dan kebijakan tersebut akan dievaluasi secara bertahap hingga tahun 2027.

“Tujuan pemerintah hanya ingin menata. Sekarang kita lihat walaupun ada hiburan, lalu lintas tetap lancar karena sudah mundur 7 meter. Kalau tidak, saya yakin akan krodit,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan penyelesaian pembangunan turap secara bertahap hingga ke kawasan Korpri, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian. Untuk pembangunan lanjutan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi terus diupayakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *