SANGGAU – Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) menggelar kontes durian dan expo hortikultura yang meriahkan dengan pameran tanaman hias Bonsai dan lomba karoke bertempat di salah satu kaffe di Kota Sanggau, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Susana Herpena, Forkompimda, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Anggota DPRD, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sanggau, serta para penggiat dan pecinta buah durian dan Bonsai di bumi daranante.
Wakil Bupati (Wabup) Sanggau, Susana Herpena dalam sambutannya menyampaikan, kontes durian ini merupakan ajang menemukan varietas durian unggulan baru yang.ada di Kabupaten Sanggau, sekaligus kesempatan mempromosikan durian lokal di bumi daranante.
“Kita punya banyak sekali durian lokal dengan kualitas terbaik yang terus kita kembangkan melalui budidaya sehingga memberikan dampak yang luar biasa bagi ekonomi masyarakat, khususnya petani,” ujar Wabup Susana.
Durian, ungkapnya, bisa menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan. Bukan hanya dagingnya yang memiliki nilai jual untuk olahanan makanan maupun minuman, biji durian juga memiliki nilai ekonomis.
“Bijinya bisa dibibitkan untuk dijual dan bisa diolah menjadi makanan. Artinya, durian ini memang peluang bisnis yang menguntungkan jika diolah dan dikemas dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTHP) Kabupaten Sanggau, Kubin menyampaikan, kontes durian unggul lokal yang diselenggarakan ini melibatkan petani durian dari berbagai Kecamatan. Durian-durian ini nanti, lanjutnya, akan dinilai oleh dewan juri sekaligus pecinta durian asal Provinsi Kalbar yang sengaja didatangkan ke Sanggau.
Untuk pengembangan durian, khususnya pemenang kontes, jelas Kubin, DKPTPHP pohon induk yang memenangi kontes akan dibudidayakan dan mengusulkannya ke Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar untuk diusulkan ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan sertipikasi pohon induk tunggal.
“Dengan harapan, pohon induk itu kita jaga dengan cara pemiliknya kita bantu pupuk untuk pemeliharaan pohon tersebut, dan ini bentuk tanggungjawab Pemerintah dengan pemilik pohon, pemilik pohon juga akan diberikan edukasi untuk budidayaDinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar,” pungkasnya. (Abang Indra).
