SANGGAU – Warga kelahiran desa Sansat Kecamatan Toba yang tinggal di desa Pusat Damai Kecamatan Parindu mengeluhkan lambatnya penanganan rujukan pasien yang disebabkan ketidaksiapan armada Ambulans di Puskesmas Teraju Kecamatan Toba.

“Saya sangat menyayangkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Toba, terutama ketidaksiapan Ambulans untuk merujuk pasien. Setiap mau digunakan alasan pihak Puskesmas selalu dibilang rusak, ini sudah yang kedua kalinya saya alami,” kata Heronimus Bumbun, kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Kepada wartawan, Ia menceritakan pengalamannya ketika salah seorang kerabatnya menjalani perawatan di Puskesmas Teraju Kecamatan Toba.

“Yang pertama pagi tanggal 8 Desember 2025, bapak angkat saya dibawa di Puskesmas Teraju Kecamatan Toba, yang seharusnya dirujuk ke RSUD Sanggau, namun karena Ambulansnya tidak siap sampai siang menjelang sore, sampai akhirnya pasien meninggal dunia,” ceritanya.

“Yang kedua kemarin Pada Jumat 8 Mei 2026 dialami, Adik sepupu saya asal Sansat. Dia dibawa ke Puskesmas Teraju Kecamatan Toba, hal yang yang sama terjadi, Ambulansnya lagi-lagi rusak. Saya terpaksa mencari ambulance dari tempat lain untuk merujuk Adik saya ke Sudarso Pontianak, karena di desa dengan perusahaan di Sansat juga tidak ada,” sambungnya.

Atas apa yang dialaminya itu, Ia berharap Pemerintah daerah mencarikan solusi agar persoalan Ambulans yang selama ini dikeluhkan pasien bisa teratasi.

“Jangan ada lagi korban yang meninggal hanya gegara terlambat menjalani rujukan karena ketidaksiapan armada,” harapnya.

Tak hanya kepada Pemda Sanggau, Bumbun juga berharap perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Toba bisa mengeluarkan CSRnya membeli Ambulance untuk keperluan sosial kemasyarakatan.

“Bisa saja nanti dikelola desa atau pihak Puskesmas, tapi Pemerintah daerah juga saya harapkan mencarikan solusi, bagaimanapun caranya tidak boleh lagi ada alasan mobil rusak,” pungkasnya tegas. (dra)