PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Konferensi Provinsi II Gerakan Pemuda Dayak (GERDAYAK) Kalimantan Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda Dayak dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Gubernur Ria Norsan mengapresiasi terselenggaranya konferensi yang dinilai sebagai wujud semangat pemuda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Kalimantan Barat.

“Konferensi ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat komitmen, memperluas gagasan, serta menyusun langkah nyata dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Norsan, kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, pemuda harus terus meningkatkan kemampuan, memperkuat karakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pemerintah akan terus menghadirkan berbagai peluang dan fasilitas. Namun, keberhasilan pembangunan tetap bergantung pada kemauan para pemuda untuk terus belajar, berkarya, dan mengambil peran dalam berbagai sektor,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan kepemudaan merupakan investasi jangka panjang yang harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang berdaya saing sekaligus memiliki integritas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, jumlah pemuda di Kalimantan Barat mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebesar 56,21. Angka tersebut menunjukkan tren yang terus meningkat dan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat pembangunan kepemudaan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, hingga penguatan kepemimpinan dan partisipasi generasi muda.
Ria Norsan juga mengajak seluruh pemuda Kalimantan Barat agar tidak ragu bersaing dan terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan pernah merasa minder karena berasal dari daerah. Tunjukkan bahwa pemuda Kalimantan Barat mampu bersaing melalui prestasi, kreativitas, dan kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa,” pesannya.

Ia berharap Konferensi Provinsi II GERDAYAK Kalimantan Barat mampu melahirkan kepengurusan baru yang semakin solid sekaligus menghasilkan gagasan-gagasan strategis bagi pembangunan daerah.(Ara)