JAKARTA – Dibalik Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Merah Putih dan pengelola Kampung Nelayan Merah Putih, ada anggaran fantastis yang dihabiskan pemerintah. Setiap peserta memakan biaya hingga Rp 30 juta.

“Total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi,” ungkap Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin pada Senin (29/6/2026).

Anggaran yang dibiayai Kementerian Koperasi ini bukan hanya Kopdes, tetapi juga pengelola Kampung Nelayan Merah Putih di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Gelombang pertama pelatihan akan digelar 17 Juni-31 Juli 2026, diikuti oleh 35.476 peserta, yang terdiri dari 30 ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Khusus untuk manajer Kopdes, pelatihan berlangsung selama 45 hari, di mana 30 hari untuk Latsarmil dan 15 hari untuk materi koperasi.

Hasanudin menyayangkan langkah yang diambil pemerintah. Menuurtnya, pelatihan Latsarmil bukan prioritas karena tugas utama manajer koperasi adalah mengelola organisasi, pelatihan seharusnya berorientasi pada kompetensi profesional, bukan latihan fisik atau kemiliteran.

“Kita membutuhkan manajer yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” tambahnya. (UL)