JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, lapor ke Presiden Prabowo kehidupan warga di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berjalan normal meskipun kabut asap. Pernyataan Suharyanto ini kemudian memicu hujatan dan protes netizen lantaran apa yang dilaporkannya tersebut tidak benar.
“Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu,” kata Suharyanto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/9/2026).
Beragam komentar netizen menanggapi pernyataan tersebut. Ada yang melemparkan candaan berbau sarkasme dengan mengatakan kalau warga Kalbar dan Kalteng punya air purifier di paru-paru hingga meminta Kepala BNPB dan Prabowo menetap beberapa hari di wilayah yang terdampak kabut asap akibat karhutla.
“Aman pak, paru-paru kami ada fitur air purifier,” ujar agung.adi.
Seorang dokter juga ikut berkomentar dengan mengungkapkan bahwa kasus ISPA di Kalbar dan Kalteng meningkat.
“Kasus Pneumonia meningkat, tiap hari kasus anak dengan ISPA meningkat. Kehidupan bapak aja yang di Jakarta yang tetap normal gak ada asap. Kita di sini bengek,” tulis akun drmawansakup.spa.
“Memang harusnya presiden beserta jajarannya tuh berkantor di Kalimantan. Biar tahu sendiri. Sebulan at least stay di tengah asap,” ujar misisdevi. (UL)

