KUBU RAYA — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memengaruhi kondisi udara di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya. Namun, hingga 5 Agustus 2026, Dinas Kesehatan Kubu Raya belum menemukan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Iwansyah, mengatakan kasus ISPA terus dipantau setiap hari melalui laporan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Mulai tanggal 1 sampai tanggal 5, jumlah kasusnya tidak ada peningkatan yang masih perlu dikhawatirkan,” kata Iwansyah, Minggu (9/8/2026).
Meski belum terjadi kenaikan signifikan, Dinkes tetap waspada mengingat musim kemarau dan karhutla masih berlangsung. Jika terjadi lonjakan kasus, langkah intervensi akan segera dilakukan.
“Kalau ada lonjakan-lonjakan yang bermakna, nanti kita ambil langkah-langkah intervensi, baik secara promotif maupun kuratif,” ujarnya.
Masyarakat diimbau mengurangi paparan asap dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Dinkes Kubu Raya memastikan pemantauan ISPA dilakukan setiap hari untuk mendeteksi lebih awal kemungkinan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.(Ara)

