PONTIANAK – Viral di media sosial, koran asal Belanda, De Volkskrant dengan judul Is Indonesia on the Way to Bankruptcy? atau “Apakah Indonesia Sedang Menuju Kebangkrutan?”. Senada dengan De Volkskrant, The Australian menerbitkan laporan berjudul How Prabowonomics’ Spell Was Broken, yang membahas memudarnya optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi Prabowo.
Artikel ini membahas kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah menjaga keuangan negara di tengah besarnya kebutuhan anggaran.
Sementara The Australian menyoroti pelemahan rupiah, kinerja pasar saham, tekanan terhadap Bank Indonesia, serta menurunnya keyakinan sebagian pelaku usaha dan investor.
Ekonom senior, Anthony Budiawan, menilai judul De Volkskrant itu bukan sekadar dramatisasi belaka, melainkan sebuah analisa tajam yang seharusnya menjadi bahan reflektif bagi pemangku kebijakan dalam negeri.
“De Volkskrant mempertanyakan karena memang ada beberapa indikasi yang dianggap bahwa ini menuju kebangkrutan. Mendapatkan kesulitan keuangan,” kata Anthony dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV pada Senin, (3/8/2026).
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang menaikan PPN hingga 11 persen pada (1/4/2022) lalu yang justru menggambarkan situasi ekonomi kian anjlok.
“Oleh karena itu pada 2019 ke 2024 itu jumlah rakyat kelas menengah itu turun. Nah, di sini ada ketidaksesuaian antara kebutuhan kebijakan ekonomi terhadap kebutuhan rakyat. Akar masalahnya Jokowi memperparah itu,” tambahnya.

