SANGGAU – Jagat media sosial facebook kembali dihebohkan dengan informasi yang beredar terkait dugaan permainan operator SPBU 64.785.02 Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau.
Dalam postingan yang direalese ke kanal Sanggau Informasi tersebut, seorang petugas operator pertalite terlihat sedang mengisi kendaraannya disaat SPBU belum buka, padahal.di luar pagar SPBU sudah terjadi antrian yang cukup panjang.
Dalam video yang berdurasi 17 detik tersebut, pemosting sangat menyayangkan ulah operator SPBU di yang tak mau mengikuti antrian BBM subsidi yang biasanya mengular.
“Luar biase oknum SPBU Bunut ni, kite ngantri, pintu SPBU belum buka, di dalam mereka udah ngisih duluan, ini SPBU bunut, kite merekam mereka udah mulai marah, ini kan punya masyarakat, tak berhak mereka marah, tolong oknum dinas atau kepala SPBU, tindak tegas, kalau kita pakai ngantri, ya ngantri la, ndak usah pandang bulu, kalau ngantri ya semua harus ngantri,” tulis Deni, salah seorang warga yang memposting video tersebut.
Salahs eorang warga Sanggau lainnya, Agus juga menyampaikan keluhannya terkait pelayanan SPBU dalam Kota Sanggau yang ia ceritakan berdasarkan pengalaman yang dirasakannya.
“Tolonglah pihak Dinas terkait, dimonitor mereka itu. Antrian panjang tapi hanya buka satu jalur, jalur sebelahnya dibiarkan kosong, cobalah buka dua jalur jadi antrian ndak terlalu panjang, tidak sampai ke luar, kan kasian masyarakat ngantri berjam-jam panas-panasan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Pengelola SPBU 64.785.02 Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas, Abang Mashuri membantah operatornya curang.
“Kita sebelum buka kan ada SOP kerja. Dicek dulu, dites dulu, ditera, dibersihkan dan lain-lain, sedangkan yang memposting video tu kan cari sensasi jak,” kilahnya saat dikonfirmasi media ini melalui pesan aplikasi WhatApps, Minggu 23 Agustus 2026.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah bekerja maksimal melayani masyarakat.
“Yang jelas kami tidak bisa memuaskan semua konsumen. Masalahnyakan di stok pertamina, semua SPBU antri. Jadi kan bukan tempat kami jak yang antri” ungkapnya.
Jika antrian masih panjang, Ia mempersilakan konsumen mengantri di tempat lain.
*Kita ada pilihan kok, silakan ngantri tempat lain. Selama ini kami pun tidak dapat apresiasi kalau kami buka terus tertib sampai malam, padahal sudah berapa banyak yang kami bantu salurkan,” terangnya.
Ia juga menjelaskan sulitnya memberlakukan buka dua jalur untuk kendaraan bermotor mengingat saat ini di SPBUnya sudah diberlakukan sistem digitalisasi menggunakan balcot sejak awal tahun 2026.
‘Kondisi digitalisasi yang tidak memungkinkan jalur motor pakai sama-sama jalur untuk giliran. Karena kita sudah menerapkan balcot, ada di meja operator,” bebernya.
“Barcode dari operator itu digitalisasi namanya, harus full tercatat semua di sistem pertamina. Kalau tidak di scan minyak tak bisa keluar,” pungkasnya.
Menanggapi keluhan konsumen tersebut, Kepala bidang perdagangan pada Dinas Perindagkop Sanggau, Nurtiati menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi atas laporan tersebut.
“Terimakasih infonya, akan kita lakukan investigasi selanjutnya,” pungkas dia.(dra).

