PONTIANAK – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Sultan Abdurrahman, tepatnya di depan Rumah Sakit Mitra Medika, Kecamatan Pontianak Kota, pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 08.35 WIB, menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat warga membantu korban kecelakaan. Warga juga tampak mengamankan sebuah benda yang dalam unggahan media sosial disebut sebagai pod milik pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan.

Informasi di media sosial kemudian menyebut pengemudi mobil tersebut sebagai seorang pengusaha kratom sekaligus kader aktif salah satu partai politik di Kalimantan Barat. Namun, informasi mengenai latar belakang tersebut maupun dugaan pengemudi berada di bawah pengaruh narkotika belum dapat dipastikan secara resmi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Humas Polresta Pontianak AKP Wagitri kepada wartawan melalui pesan WhatsApp pada Jumat (21/8/2026), kecelakaan tersebut melibatkan mobil Toyota KB 1450 OT yang dikemudikan Eddo Susanto dan sepeda motor Honda KB 5318 XC yang dikendarai Budi Hartono dengan penumpang bernama Sellyn.

Dalam laporan kepolisian disebutkan, kedua kendaraan sama-sama bergerak dari arah Jalan Ahmad Yani. Mobil Toyota melaju menuju Jalan Sutan Syahrir, sedangkan sepeda motor bergerak menuju arah Rumah Sakit Mitra Medika.

Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai Budi Hartono berjalan pelan dan hendak berbelok ke kanan menuju rumah sakit. Sementara itu, mobil Toyota melaju lurus.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperiksa petugas, karena jarak kedua kendaraan sudah dekat, mobil Toyota kemudian menabrak bagian belakang sepeda motor hingga pengendara dan penumpangnya terjatuh.

Akibat kecelakaan tersebut, Budi Hartono mengalami luka pada bagian kepala. Sementara Sellyn mengalami luka lecet pada kaki dan tangan. Pengemudi mobil Toyota dilaporkan tidak mengalami luka.

Polisi mencatat terdapat dua korban luka ringan dengan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp2 juta. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka berat.

Dari pemeriksaan kelengkapan berkendara, pengemudi mobil Toyota tercatat memiliki KTP, SIM, dan STNK. Sementara pengendara sepeda motor memiliki KTP dan STNK, namun tidak memiliki SIM.

Polisi juga menyebut kondisi jalan di lokasi berupa jalan aspal dengan lebar sekitar 10 meter, kondisi geografis lurus, pencahayaan terang, cuaca cerah, serta arus lalu lintas ramai.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga dipengaruhi faktor manusia. Polisi menduga pengemudi mobil Toyota kurang memperhatikan sepeda motor yang berada di depannya dalam satu arah sehingga terjadi tabrakan dari belakang.

Petugas telah menerima laporan, mendatangi TKP, mendata identitas pihak yang terlibat, mengecek korban ke Rumah Sakit Mitra Medika, serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.

Sementara itu, terkait benda yang disebut sebagai pod dan sempat viral dalam video kecelakaan tersebut, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman.

“Untuk pod yang diviralkan dalam laka lantas itu masih didalami oleh Satres Narkoba Polres bersama Ditres Narkoba Polda,” demikian keterangan
yang diterima wartawan.(RN)