KATINGAN – Pencarian Aiptu Sumariyanto yang sempat hilang bersama Bripda Nopandri usai bentrok dengan bandar sabu berakhir. Aiptu Sumariyanto ditemukan meninggal di Buntut Riam Mengkikit, DAS Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kalteng pada Minggu (6/7/2026).

“Iya benar, ditemukan pagi ini. jenazah Aiptu Sumaryanto terdangkut di dahan pohon di pinggir sungai,” ungkap Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono.

Jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan penuh luka dan tedapat luka tembak. Diduga sebelum dibuang ke sungai, Aiptu Sumatiyanto disiksa dan dibunuh terlebih dahulu.

Saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani visum et refertum dan autopsi.

Terkait kondisi luka pada jenazah hingga penyebab kematian, Dodik menyebut pihaknya masih menunggu hasil forensik.
“Masih menunggu hasil autopsi,” tambahnya.

Sehari sebelumnya, jenazah Bripda Nopandri ditemukan lebih dulu pada Sabtu (4/7/2026) dalam keadaan penuh luka di aliran sungai Desa Tumbang Lahang.

Kedua personel Polres Katingan ini sebelumnya dinyatakan hilang operasi penangkapan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB saat itu melibatkan 12 personel Polres Katingan. Ketika polisi mendatangi rumah terduga bandar dan mengamankannya, tiba-tiba datang tiga orang membawa perang.

Keluarga terduga pelaku juga memprovokasi warga hingga terjadi perlawanan terhadap aparat kepolisian. Dalam kejadian tersebut, seorang anggota polisi Aipda Yudhie dilaporkan meninggal dunia.(ul)