SINTANG – Mempersiapkan generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, Bank Kalbar menggelar sosialisasi produk TabunganKu bagi siswa kelas XII SMKS Muhammadiyah Sintang.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama SMKS Muhammadiyah Sintang, Jalan Akcaya 2, Kelurahan Tanjung Puri, mulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti ratusan pelajar dari berbagai konsentrasi keahlian.

Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan edukasi langsung dari tim Bank Kalbar mengenai pentingnya membangun kebiasaan menabung serta mengatur keuangan secara tepat sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan layanan perbankan kepada kalangan pelajar sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia muda.

Tim Bank Kalbar turut memperkenalkan produk TabunganKu yang menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk mulai menabung. Produk simpanan perseorangan ini memiliki persyaratan yang mudah, setoran awal terjangkau, serta tidak dikenakan biaya administrasi bulanan.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, TabunganKu diharapkan dapat menjadi pilihan bagi pelajar untuk mulai mengenal layanan perbankan sekaligus membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin.

Selain pengenalan produk, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya memiliki dana cadangan untuk menghadapi kebutuhan tidak terduga.

Aspek keamanan dalam bertransaksi perbankan di era digital juga menjadi bagian dari materi sosialisasi. Hal ini penting agar para pelajar semakin memahami cara menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Pihak SMKS Muhammadiyah Sintang menyambut positif kegiatan tersebut. Edukasi finansial dinilai menjadi bekal penting bagi siswa, terutama mereka yang akan segera menyelesaikan pendidikan dan menghadapi lingkungan kehidupan yang lebih mandiri.

Melalui kegiatan ini, Bank Kalbar berharap para pelajar tidak hanya memiliki keterampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan mengelola keuangan dengan baik.

Dengan demikian, para calon lulusan diharapkan lebih siap menghadapi masa depan, memiliki perencanaan keuangan yang terarah, serta membangun budaya menabung sejak dini.