PONTIANAK – Sebanyak 14 seniman dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat tampil dalam konser bertajuk “Harmoni Bumi Enggang Gading: Residensi Musik Tradisi Kalimantan Barat”.

Mengusung konsep “konser ceramah”, pertunjukan ini tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga menghadirkan narasi dan penjelasan di balik proses kreatif karya yang dibawakan.

Penerima manfaat Dana Indonesiana, Peri Rakhmadi menjelaskan, konser ceramah merupakan bentuk pementasan yang memadukan pertunjukan musik dengan penyampaian nilai-nilai edukatif kepada penonton.

“Konser ini tidak sekadar pertunjukan formal. Di dalamnya ada cerita, ada proses kreatif yang dibagikan langsung oleh para seniman, sehingga penonton bisa memahami makna di balik karya tersebut,” ujarnya di Port 99 Jalan Komyos Sudarso, Sabtu (18/4/2026).

Ia menambahkan, seluruh seniman yang terlibat sebelumnya mengikuti program residensi selama kurang lebih enam hari. Dalam proses tersebut, para peserta saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta mengeksplorasi perbedaan latar belakang budaya dan musikalitas masing-masing.

“Di residensi itu mereka saling belajar, baik dari senior ke junior maupun sebaliknya. Dari pertemuan berbagai latar belakang ini, muncul pemahaman dan benang merah bahwa setiap budaya memiliki keunikan, tetapi tetap bisa berjalan bersama,” jelasnya.

Dalam konser tersebut, para seniman membawakan beragam alat musik tradisional khas daerah masing-masing. Perpaduan alat musik dan gaya bermusik yang berbeda menjadi daya tarik utama, sekaligus simbol keberagaman budaya Kalimantan Barat yang dapat bersatu dalam satu panggung.

“Ini adalah ruang pertemuan berbagai perbedaan alat musik, wawasan, hingga budaya yang kemudian dirangkai menjadi satu harmoni,” tambah Peri.

Sebagai pegiat seni budaya, Peri mengaku telah banyak terlibat dalam berbagai program kolaborasi, termasuk dengan kementerian terkait. Ia menilai dukungan Dana Indonesiana menjadi peluang besar untuk mengembangkan potensi budaya daerah.

“Dana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pemajuan kebudayaan melalui dana abadi. Ini kesempatan bagi kita untuk mengangkat kekayaan budaya lokal,” ungkapnya.

Ke depan, ia berharap semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan budaya daerah, baik melalui penelitian maupun karya kreatif.

“Setiap daerah punya identitas yang sangat berharga. Tugas kita adalah menggali dan mengemasnya menjadi sesuatu yang bisa dikenal lebih luas,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Peri juga berharap lahir lebih banyak program serupa yang mampu menginspirasi para pelaku seni dan budaya untuk terus berkarya serta menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang.(Ara)