KUBU RAYA – Kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya hingga kini masih belum menunjukkan perbaikan signifikan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih tingginya titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kubu Raya. Dampaknya, sejumlah penyakit akibat paparan udara tidak sehat mulai mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Iwansyah, mengatakan berdasarkan data laporan mingguan Puskesmas, terdapat dua jenis penyakit yang menunjukkan lonjakan cukup signifikan, salah satunya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Pada minggu pertama hingga minggu kedua Januari, kasus ISPA masih berada di kisaran 200 hingga 200 lebih. Namun pada minggu ketiga, jumlahnya meningkat hingga mencapai sekitar 500 kasus berdasarkan laporan Puskesmas,” ujar Iwansyah saat diwawancarai di Kantor Camat Sungai Raya, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, laporan tersebut merupakan data mingguan yang dihimpun hingga tanggal 7 Januari. Meski mengalami peningkatan, Dinas Kesehatan menegaskan kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa atau wabah.

“Sampai hari ini, kami masih cukup mampu menangani dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak penyakit akibat kualitas udara,” jelasnya.

Meski demikian, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala dari minggu ke minggu sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus lanjutan. Dinas Kesehatan juga telah memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan.

“Kami sudah mengecek ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas, dan sejauh ini cukup tersedia. Jika ada kekurangan, Puskesmas sudah kami imbau untuk segera mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Terkait kualitas udara, Iwansyah menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks kualitas udara di Kubu Raya berada pada kategori merah, yang menandakan kondisi tidak sehat dan perlu diantisipasi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan terhadap gangguan pernapasan.

“Yang terpenting masyarakat menjaga daya tahan tubuh, dengan olahraga ringan, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup,” katanya.

Selain itu, masyarakat yang sensitif terhadap udara tidak sehat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar, penggunaan masker sangat dianjurkan.

“Apabila muncul keluhan atau gejala gangguan pernapasan akibat dampak udara, segera datang ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan dan penanganan awal,” pungkasnya. (Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *