PONTIANAK — Keikutsertaan dalam ajang pameran kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT 2026, membawa dampak besar bagi perjalanan usaha Natalia Desca Rina, perajin sepatu kulit asal Pontianak. Melalui brand Koyuko, Natalia sukses memperkenalkan karya lokal yang kini mulai diminati pasar internasional.

Mengusung desain khas dengan perpaduan kulit kayu kapuak dan kulit sapi lokal, produk sepatu Koyuko tampil unik dan berbeda dari produk sejenis. Keunikan tersebut menarik perhatian pengunjung pameran hingga membuka peluang pemesanan dari luar negeri.

“INACRAFT bukan hanya tempat memamerkan produk, tetapi juga ruang belajar dan bertukar pengalaman dengan perajin lain dari berbagai daerah,” ujar Natalia saat ditemui di stand Pontianak, Jumat (6/2/2026).

Kualitas produk Koyuko juga mendapat pengakuan dari Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, yang sempat mengunjungi Galeri Dekranasda Pontianak dan membeli salah satu produk sepatu karya Natalia. Hingga saat ini, pesanan telah datang dari sejumlah negara, di antaranya Singapura dan India, baik melalui pameran maupun kanal daring.

Natalia menjelaskan bahwa seluruh sepatu dibuat berdasarkan sistem pemesanan karena membutuhkan proses yang detail dan memakan waktu. “Mulai dari perancangan desain, pengerjaan, sampai pengiriman, semuanya dikerjakan secara teliti agar kualitas tetap terjaga,” katanya.

Seiring meningkatnya permintaan, Natalia terus melakukan pengembangan usaha. Ia kini memiliki workshop yang lebih luas, didukung tim produksi yang semakin solid, serta terus berinovasi menghadirkan desain sepatu kulit yang modern dan bernilai seni.

“Saya ingin terus berkembang dan membawa produk Pontianak dikenal lebih luas, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri,” ungkapnya.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih perajin muda tersebut. Menurutnya, keberhasilan Natalia menjadi bukti bahwa kriya lokal Pontianak memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

“Keikutsertaan di INACRAFT 2026 menunjukkan bahwa pembinaan dan promosi yang berkelanjutan mampu melahirkan perajin yang inovatif dan berdaya saing internasional,” ujarnya.

Dekranasda Kota Pontianak, lanjut Yanieta, akan terus memberikan dukungan kepada perajin lokal, khususnya generasi muda, agar dapat terus naik kelas dan memperkuat identitas Pontianak di kancah dunia.

“Kami berharap kisah ini menjadi motivasi bagi perajin lain untuk terus percaya pada potensi lokal dan berani melangkah lebih jauh,” tutupnya.(Ara)