JAKARTA – Pemerintah berencana akan memangkas pemberian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari.
Badan Gizi Nasional menyatakan anak yang bersekolah lima hari dalam sepekan akan diberikan MBG sesuai hari sekolahnya. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menuturkan untuk daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal atau 3T mendapat pengecualian kebijakan tersebut.
“Pemberian MBG di Hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis agar memastikan pemberian gizi yang layak kepada anak,” kata Dadan, Minggu (29/3/2026).
Dadan mengungkapkan pemberian MBG di daerah 3T akan dikaji secara cermat agar program tersebut tepat sasaran dan efektif. Wilayah Timur Indonesia menjadi perhatin khusus untuk pemberian program MBG.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tidak ada pemangkasan langsung anggaran program MBG, namun itu berasal dari Internal Badan Gizi Nasional (BGN).
“MBG tidak saya potong. Mereka (BGN) melakukan efisiensi sendiri. Selama ada efisiensinya dan tidak mengurangi kualitas makanannya, saya setuju saja,” ujarnya.
Purbaya mengatakan dengan pemangkasan lima hari pemberian MBG ini diharapkan tidak mengurnagi kualitas layanan yang diberikan pada penerima manfaat. (dd)

