PONTIANAK – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026 yang berlangsung pada 2-3 Juni 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan arah program kerja Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan kebijakan Dekranas Pusat serta RPJMD Kalbar 2025–2029.
Rakerda ini diikuti oleh 119 peserta yang terdiri dari pengurus Dekranasda kabupaten/kota, pengurus tingkat provinsi, instansi vertikal, serta perangkat daerah terkait.
Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kemandirian pengurus di daerah. Ia menyoroti beberapa fokus utama yang harus dicapai, yaitu penguatan pendataan pengrajin, peningkatan kualitas kemasan dan promosi digital, perluasan akses pasar melalui penguatan fungsi galeri daerah, serta regenerasi pengrajin muda melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
“Kita harus menjadi wadah pembinaan, promosi, dan inovasi bagi para pelaku usaha kerajinan. Mari kita bangun sinergi dan satukan komitmen untuk menghasilkan program kerja yang nyata, terarah, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan agar setiap daerah fokus mempromosikan produk khas daerahnya masing-masing dan tidak mengandalkan produk dari wilayah lain.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Barat selaku Dewan Pembina Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Ria Norsan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda ini. Gubernur menyoroti dua aspek krusial yang perlu diperbaiki: promosi dan pengemasan (packaging).
Gubernur menyatakan dukungannya agar produk-produk unggulan Kalimantan Barat dapat lebih dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah Provinsi, kata Gubernur, siap memfasilitasi promosi di tingkat pusat, salah satunya dengan memanfaatkan anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai etalase produk daerah.
“Kita harus bangga dengan kerajinan kita sendiri. Masalah kita adalah kurang promosi dan pengemasan yang kurang menarik. Jika pengemasan bagus, orang akan lebih tertarik,” ungkap Gubernur.
Gubernur juga mendorong para pelaku usaha untuk tidak ragu memanfaatkan akses permodalan melalui perbankan seperti Bank Kalbar, serta menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk mendukung penuh kegiatan Dekranasda di wilayah masing-masing.
Rakerda ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis melalui sidang-sidang komisi, serta memperkuat komitmen kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memajukan ekonomi kreatif dan kerajinan berbasis kearifan lokal di Kalimantan Barat.

