KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengajak masyarakat membudayakan konsumsi ikan sejak usia dini melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Menurutnya, pengenalan ikan kepada anak-anak harus dimulai sejak dini agar mereka terbiasa mengonsumsi makanan bergizi yang mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan.

“Kita mempunyai target agar anak-anak usia dini sudah mengenal berbagai jenis ikan dan menu berbahan dasar ikan. Tujuan utamanya agar orang tua dan guru dapat memberikan asupan makanan yang bersumber dari ikan kepada anak-anak,” ujar Sujiwo saat di TK Angkasa, Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jum’at (12/6/2026).

Ia menjelaskan, ikan mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, omega-3, vitamin, dan gizi lainnya yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan perlu ditanamkan sejak dini.

Sujiwo mencontohkan Jepang sebagai negara yang memiliki budaya konsumsi ikan yang tinggi. Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan konsumsi ikan sejak masa kehamilan turut mendukung perkembangan kecerdasan anak.

“Di dalam ikan terdapat protein, omega, vitamin dan berbagai zat gizi yang sangat baik bagi perkembangan otak dan kesehatan anak. Karena itu, budaya makan ikan harus terus kita dorong,” katanya.

Namun demikian, Sujiwo menegaskan bahwa kegiatan Gemarikan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia meminta Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya menyiapkan program nyata yang dapat membantu masyarakat memperoleh sumber ikan secara mandiri.

“Saya minta jangan hanya seremonial. Seremonial ini penting untuk membangun kesadaran, tetapi harus ditindaklanjuti dengan gerakan yang nyata di lapangan,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi keluarga karena keterbatasan ekonomi. Oleh sebab itu, pemerintah harus hadir melalui program pemberdayaan masyarakat di bidang perikanan.

Ia mendorong pemanfaatan berbagai potensi yang ada, seperti kolam, selokan, karamba, hingga budidaya ikan menggunakan terpal yang dikelola melalui kelompok-kelompok masyarakat di desa.

“Kalau masyarakat memiliki akses untuk membudidayakan ikan sendiri, maka mereka tidak perlu selalu membeli. Pada akhirnya anak-anak tetap bisa mendapatkan asupan ikan meskipun kondisi ekonomi keluarga terbatas,” ujarnya.

Sujiwo menegaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

Ia berharap Dinas Perikanan segera menyusun program berkelanjutan agar tidak ada lagi alasan bagi keluarga untuk tidak menyajikan ikan sebagai menu sehari-hari bagi anak-anak mereka.

“Gaung Gemarikan harus terus kita lakukan, tetapi yang lebih penting adalah tindak lanjutnya. Kita ingin semua anak mendapatkan asupan ikan yang cukup untuk mendukung kesehatan dan kecerdasannya,” pungkasnya.(Ara)