PONTIANAK – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax mendapat perhatian dari Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aloysius. Ia meminta Pertamina segera memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait alasan di balik penyesuaian harga tersebut.
Aloysius mengatakan, hingga kini pihaknya masih mempelajari faktor-faktor yang menjadi dasar kenaikan harga Pertamax. Karena itu, diperlukan keterbukaan informasi dari Pertamina agar masyarakat memahami penyebab kebijakan tersebut.
“Kita masih mempelajari dan memahami apa yang menjadi dasar dari kenaikan harga minyak ini. Namun yang terpenting, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang jelas dari Pertamina,” ujarnya saat diwawancarai di Sekretariat PDIP Perjuangan Kalbar, Jum’at (12/6/2026).
Menurut Aloysius, kenaikan harga Pertamax tentu akan menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kebutuhan sehari-hari, khususnya bagi pengguna kendaraan yang selama ini menggunakan BBM jenis tersebut.
Ia menilai komunikasi yang baik dari Pertamina sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya menerima informasi mengenai kenaikan harga, tetapi juga memahami latar belakang dan pertimbangannya.
“Pertamina perlu menyampaikan apa yang menjadi penyebab kenaikan ini. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui harga naik tanpa mengetahui alasan dan penjelasannya,” kata Aloysius.
DPRD Kalbar, lanjut dia, akan meminta informasi lebih lanjut dari Pertamina terkait kebijakan tersebut. Langkah itu dilakukan agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita ingin ada penjelasan yang transparan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi,” tegasnya.
Aloysius berharap Pertamina dapat segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyesuaian harga Pertamax sehingga masyarakat dapat memahami kondisi yang melatarbelakangi kebijakan tersebut.(Ara)

