SANGGAU – Pemerintah Kabupaten Sanggau mencatat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten itu terus bertumbuh. Data pertumbuhan UMKM dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain jumlah pelaku usaha yang terdaftar, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), omzet usaha, serta kontribusi sektor perdagangan, jasa, dan industri pengolahan terhadap PDRB Kabupaten Sanggau.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Shopiar Juliansyah kepada wartawan menyampaikan secara umum, jumlah UMKM di Kabupaten berjuluk Daranante itu menunjukkan tren meningkat setiap tahun, terutama setelah kemudahan perizinan berbasis OSS dan berkembangnya ekonomi digital.

“Jumlah UMKM keseluruhan di Sanggau 10.544 pelaku UMKM dan yang sudah Ber NIB sebanyak 5,318 pelaku UMKM,” ujar Shopiar, Jumat (12/6/2026).

Khusus untuk data Industri Kecil dan menengah yang bagian dari UMKM, lanjutnya, pada tahun 2025 Industri Kecil dan menengah di Kabupaten Sanggau berkembang positif dalam laju pertumbuhannya yaitu sebesar 6,94 persen, dimana jumlah unit usaha mencapai sekitar 1.912 unit, bertambah sebanyak 124 unit dari tahun 2024 yang berjumlah 1.788 unit usaha.

“Namun demikian, peningkatan jumlah UMKM belum selalu berbanding lurus dengan peningkatan skala usaha dan daya saingnya,” beber dia.

Ia juga mengungkapkan beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan UMKM, yakni Pertama, meningkatnya akses perizinan dan legalitas usaha, karena melalui OSS akses perizinan semakin mudah. Kedua, dukungan pembiayaan melalui KUR dan lembaga keuangan.

“Kami di Disperindagkop memfasilitasi UMKM binaan yang telah memiliki legalitas untuk mengakses KUR berbunga rendah melalui Bank penyalur resmi seperti Bank Kalbar, BRI, BNI, dan Mandiri,” terangnya.

Ketiga, pertumbuhan sektor perkebunan dan perdagangan yang meningkatkan daya beli masyarakat.

“Di Kabupaten Sanggau, Sektor Industri Pengolahan serta Perdagangan secara konsisten menempati tiga besar lapangan usaha penyumbang PDRB terbesar bersama sektor Pertanian, sedangkan UMKM ada di 3 sektor tersebut, sehingga otomatis 3 sektor ini tumbuh berdampak ke UMKMnya,” terang dia.

Keempat, dukungan pemerintah melalui pelatihan, promosi, dan fasilitasi pemasaran. Pelatihan rutin digelar di berbagai kecamatan dengan fokus peningkatan keterampilan teknis dan manajerial.

“Pelatihan Digital Marketing: Diselenggarakan melalui kerja sama dengan instansi terkait seperti Diskominfo Sanggau untuk mengajarkan promosi digital, adopsi QRIS, dan pengelolaan toko online,” pungkasnya. (dra).