PONTIANAK – Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) datangi PLN UID Kalbar untuk meminta penjelasan atas pemadaman bergilir. Aksi ini juga menuntut PLN memberikan kompensasi kepada warga.

Namun, dialog bersama dengan PLN dinilai tidak memberikan kejelasan terkait kompensasi yang seharusnya diberikan sesuai Permen ESDM No 2 Tahun 2025.

“Permintaan maaf dari pihak PLN, kami hari ini. Tapi yang kami inginkan adalah bentuk dari tanggungjawab. Tuntutan kami sebagai konsumen itu jelas, tapi hari ini pihak PLN melempar tanggungjawab kepada pusat, kemudian melempar tanggungjawab kepada pihak-pihak teknisi. Seharusnya hari ini PLN bisa menginformasikan secara gamblang dan secara jelas kepada masyarakat dan mengindahkan tuntutan-tuntutan terutama kompensasi,” ungkap Sekjen Solmadapar, Asef Subarnas pada Selasa (7/7/2026).

Sementara itu pihak PLN memberikan penjelasan tentang pemadaman bergilir lantaran ditemukannya kerusakan di boiler pada saat mereka melakukan perawatan alat.