JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Menara Bank Mega, Jakarta Pusat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan Tiga capaian yang diraih meliputi Peringkat 1 Nasional Kategori Wakaf, Peringkat 5 Nasional Kategori Ekonomi Pesantren, serta penghargaan khusus The New Emerging Sharia Economic Region.

“Alhamdulillah, ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini mendukung pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Barat. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Ria Norsan, Selasa (7/7/2026).

Predikat terbaik nasional pada kategori wakaf diberikan atas keberhasilan Kalimantan Barat mengembangkan pengelolaan wakaf produktif yang dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara penghargaan di bidang ekonomi pesantren menjadi apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan pesantren dan santri.

Selain itu, penghargaan The New Emerging Sharia Economic Region menjadi pengakuan atas pesatnya perkembangan Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurut Ria Norsan, pencapaian tersebut merupakan buah dari sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, institusi pengelola wakaf, dunia pendidikan, hingga komunitas pesantren yang terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Barat.

“Ke depan kami akan terus memperluas pengembangan wakaf produktif, memperkuat ekonomi pesantren, serta mendorong tumbuhnya sektor ekonomi syariah agar menjadi salah satu pilar pembangunan daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahudin Al Aiyub, mengatakan Anugerah Adinata Syariah menjadi instrumen untuk mendorong inovasi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi syariah melalui kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Dewan Syariah Nasional, KH. Ma’ruf Amin, mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi syariah harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

“Pembangunan ekonomi syariah tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan dan kemaslahatan. Keberhasilannya diukur dari sejauh mana mampu mengurangi kemiskinan, memperluas lapangan kerja, memberdayakan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Anugerah Adinata Syariah 2026 turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, perwakilan Kementerian Koperasi, serta para kepala daerah penerima penghargaan dari berbagai provinsi di Indonesia.(Ara)