FLORES TIMUR – Sengketa lahan yang akan dibangun sebagai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebabkan tiga warga meninggal di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (18/7). Tak hanya itu, empat orang dirawat lantaran alami luka-luka dan 20 rumah terbakar.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan bentrokan bermula dari perkelahian antarkelompok pemuda sekitar pukul 06.30 WITA yang kemudian memicu konflik pemuda di Desa Narasaosina dan Desa Waeburak.

“Bentrokan antara kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak terjadi sekitar jam 6 lewat Sabtu pagi, dan ada tiga orang meninggal dunia. Penyebab masih dalam lidik, belum belum diketahui secara pasti ungkap AKBP Adhitya.

Sementara Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi bantah sengke dipicu sengketa tanah ulayat yang telah berlangsung turun-temurun.

“Ini adalah konflik lama antar Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu oleh sengketa tanah ulayat yang sudah ada turun temurun. Saat ini pun belum ada pembangunan Kopdes Merah Putih di desa itu. Pemerintah hanya akan menggunakan tanah lahan dengan status clean and clear, tidak dalam kondisi sengketa,” ujar Zabadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, Koalisi Masyarakat Sipil menilai hal ini terjadi karena program tidak dikelola secara akuntabel dan partisipatif.

Sejumlah lembaga sosial masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan pembangunan fisik kopdes merah putih di wilayah yang bersengketa tanah. (UL)