PONTIANAK – Program Gema Membangun Desa (GMD) menjadi langkah nyata mendekatkan layanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat pesisir secara langsung.

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk memanfaatkan berbagai layanan terpadu yang dihadirkan, mulai dari pasar murah, administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, hingga pembayaran pajak kendaraan dan perpanjangan STNK.

Ria Norsan menegaskan, GMD bukan sekadar agenda seremonial, tetapi upaya memastikan pembangunan benar-benar dirasakan hingga desa-desa.

“Bagi saya, Gema Membangun Desa bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, melihat kondisi lapangan secara objektif, dan memastikan pembangunan benar-benar hadir hingga ke desa-desa, termasuk wilayah pesisir yang menjadi beranda Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui pelayanan yang mudah dijangkau sekaligus mendengarkan langsung kebutuhan warga sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Ria Norsan juga menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat melalui pelaksanaan pasar murah yang menjadi bagian dari GMD. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, program tersebut dinilai berperan dalam mengendalikan inflasi daerah.

“Angka inflasi harus terus kita kendalikan bersama. Melalui pasar murah ini, kita berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil. Ke depan, berbagai masukan dan usulan pembangunan infrastruktur maupun penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kecamatan Teluk Batang akan kami tampung dan menjadi bagian dari prioritas penganggaran pada tahun berikutnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gema Membangun Desa menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menggali potensi daerah agar pembangunan yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.(Ara)