PONTIANAK – Pemerintah menganggarkan Rp 2,8 juta per meter persegi untuk lahan yang akan dibangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mirisnya di setiap provinsi ada saja KDMP yang berdiri di atas bukit, lereng gunung, kebun hingga pemakaman.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan total uang yang digelontorkan pemerintah untuk satu unit KDMP senilai Rp 1,6 miliar.
“Kita menganggarkan Rp 1.658.000.000, kurang lebih sekitar Rp2.938.000 per meter persegi untuk seluruh Indonesia. Dan desain ini kami lakukan dan harga yang kami desainkan ini menurut kami itu harga yang sangat rasional,” ucap Joao.
Sementara itu, harga tanah di kota besar di Pulau Jawa berkisar mulai dari Rp 3 jutaan. Sedangkan di daerah kabupaten dan pedesaan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp3,5 juta per meter persegi tergantung akses jalan.
Sedangkan di Kalimantan Barat, harga tanah per meter persegi di Kota Pontianak rata-rata sekitar Rp3 juta per meter persegi, dengan kisaran mulai dari Rp1,5 juta di area pinggiran hingga lebih tinggi di pusat kota. Sementara di kabupaten, harganya di bawah Rp1,5 juta per meter persegi tergantung jarak dari pusat keramaian atau akses jalan utama.
Jika dibandingkan harga tanah dengan anggaran yang disiapkan, akan sangat berbanding terbalik dengan lokasi beberapa KDMP yang berada jauh dari daerah strategis bahkan dari permukiman penduduk.
Di Kalbar, sempat viral lokasi Desa Tunas Muda, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu yang bangunannya didirikan di atas bukit (Bukit Sungai Apin)
Pihak desa menyatakan bahwa pemilihan area di atas bukit terpaksa dilakukan karena sulitnya ketersediaan lahan yang datar dan sesuai di perkampungan.
Hal yang sama di Wonigiri, KDMP ditemukan di area lereng Gunung Prau yang dikelilingi pepohonan jauh dari akses penduduk.
KDMP di Kelurahan Tumenggungan, Kabupaten Lamongan juga menjadi perhatian karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan area pemakaman umum.
Lokasi KDMP di Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung turut menjadi sorotan warganet. Seorang warga membagikan video saat melintas dan menunjukkan bangunan koperasi yang berada di tengah perkebunan tebu. (UL)

