JAKARTA – Presiden Prabowo bakalan menutup 750 BUMN di sepanjang 2026. Hal ini ditegaskannya lantaran menemukan adanya 1.074 BUMN yang miliki banyak anak perusahaan.
“Ketika kita buka Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN dan BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, cucu perusahaan, bahkan cicit perusahaan. Ini luar biasa. Saya mengira BUMN itu ada 300-400, tapi 1.074 ternyata,” ujar Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo saat ini mengklaim telah menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah BUMN yang tersisa paling banyak 300 perusahaan pada 31 Desember 2026.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menegaskan tidak akan ada pengurangan pegawai dalam penutupan 750 BUMN tersebut. Seluruh karyawan akan dialihkan ke perusahaan hasil penggabungan.
“Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Kita tidak mau juga menzalimi karyawan karena itu bukan salah mereka,” tegasnya.
Selain memastikan tidak ada PHK, Dony menyebut program konsolidasi BUMN berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga sekitar Rp50 triliun setiap tahunnya.

