PONTIANAK – Satu di antara Mitra dapur SPPG di Pontianak membenarkan viralnya pemberitaan kewajiban membayar ratusan juta untuk satu titik hingga harus harian ke yayasan milik Maja Group. Yayasan tersebut meminta bagian 30 persen dari dana mitra per ompreng setiap harinya.
“Saya sempat ditawarkan oleh yayasan ini, tapi saya wajib kasi mereka 30 persen dari dana mitra. Jadi untuk per ompreng ini kan totalnya Rp 15 ribu, nah Rp 10 ribu itu untuk bahan-bahan makanan, Rp 3 ribu untuk operasional dapur termasuk gaji pegawai dan Rp 2 ribu itu untuk mitra, ya untuk kami membayar sewa tempat. Nah dari Rp 2 ribu itu yayasan ini minta bagian 30 persen,” ungkap Mitra SPPG di Pontianak kepada TKP Pontianak pada Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, kewajiban tersebut sangat memberatkan sehingga dirinya menolak untuk bergabung dengan yayasan tersebut.
“Mitra dapur SPPG dan yayasan ini saling membutuhkan sebenarnya. Mitra dapur ndak bisa jalan jika tak berafiliasi dengan satu yayasan. Dan yayasan juga membutuhkan Mitra Dapur yang berafiliask di bawahnya,” tambahnya.
Selain itu, yayasan milim Maja Group ini disebut menetapkan harga untuk satu titik dapur MBG senilai ratusan juta rupiah.
“Nah, untuk beli titik ini ada beberapa skema yang ditawarkan. Ada skema 100 persen uang untuk beli titik ditalangkan yayasan, ada juga yang bagi dua dengan mitra dapur,” ujarnya.(UL)

