PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan pentingnya pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, dan sikap toleransi dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peresmian dan pemberkatan Plaza Bunda Maria Ratu Semesta Alam di Kompleks Persekolahan Katolik Nyarumkop, Kota Singkawang.

Peresmian ini menjadi momentum untuk memperkuat peran lembaga pendidikan dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menghargai perbedaan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam sambutannya, Krisantus mengapresiasi kontribusi Persekolahan Katolik Nyarumkop yang selama ini turut mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menilai pendidikan harus mampu membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual, moral, dan kepribadian peserta didik.

Sebagai putra dari alumni Nyarumkop, Krisantus mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan lembaga pendidikan tersebut.

Menurutnya, sosok Bunda Maria mengajarkan berbagai nilai kehidupan, seperti ketaatan, kerendahan hati, dan ketulusan dalam menjalankan kehendak Tuhan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi teladan bagi para siswa dalam membangun kepribadian sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati dan akhlak. Saya berharap Persekolahan Katolik Nyarumkop terus menjadi tempat yang baik untuk membina generasi muda yang berkarakter luhur, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi toleransi,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Selain menyoroti pendidikan karakter, Krisantus juga mengaitkan gelar Bunda Maria Ratu Semesta Alam dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa alam merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga bersama, termasuk hutan dan sungai yang menjadi kekayaan Kalimantan Barat.

“Gelar Bunda Maria Ratu Semesta Alam juga mengingatkan kita akan pentingnya merawat alam dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian hutan, sungai, dan lingkungan di Kalimantan Barat,” katanya.

Krisantus turut berpesan kepada para siswa agar senantiasa mengedepankan sikap rendah hati, menjaga kerukunan, dan tidak merasa lebih tinggi daripada orang lain ketika meraih keberhasilan.

Ia menegaskan bahwa pencapaian maupun jabatan yang diperoleh seseorang harus dipandang sebagai amanah yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan pernah sombong ketika berhasil atau memperoleh jabatan. Apa yang kita miliki merupakan titipan Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pimpinan Yayasan, Bruder Dionisius Bonaventura, MTB, menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya Plaza Bunda Maria Ratu Semesta Alam di lingkungan Persekolahan Katolik Nyarumkop.

Ia menjelaskan, kehadiran plaza beserta patung Bunda Maria yang menampilkan karakter budaya Dayak merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas budaya lokal di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, pengenalan budaya kepada peserta didik penting dilakukan agar generasi muda semakin mengenal, menghargai, dan mencintai warisan budaya daerahnya.

“Persekolahan Katolik Nyarumkop secara konsisten mengangkat tema budaya. Kehadiran patung ini diharapkan dapat menginspirasi para guru dan peserta didik untuk terus menggali, mengenal, dan mencintai kebudayaan lokal,” ungkap Bruder Dionisius.

Ia menambahkan, Kompleks Persekolahan Katolik Nyarumkop menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anak dari berbagai latar belakang suku dan agama, baik yang berasal dari Kalimantan Barat maupun luar provinsi.

Keberagaman tersebut menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Karena itu, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan sikap saling menghormati, membangun persaudaraan, dan menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.

Bruder Dionisius juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan pendidikan di Nyarumkop.

Peresmian Plaza Bunda Maria Ratu Semesta Alam ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Persekolahan Katolik Nyarumkop sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai budaya, toleransi, kepedulian terhadap lingkungan, dan budi pekerti kepada generasi penerus bangsa.(Ara)