PONTIANAK – Di tengah ramainya dunia media sosial, nama Bang Zu Kabari kini kian akrab di telinga warganet, khususnya di Pontianak. Namun di balik sapaan khasnya, “Sini sini Bang Zu Kabari”, ada kisah perjuangan yang tak banyak orang tahu.

Pria bernama asli Muhammad Reinaldi (28) ini merupakan putra daerah asli Pontianak yang hingga kini masih menetap di kota kelahirannya. Perjalanannya sebagai content creator terbilang singkat baru genap satu tahun sejak mulai aktif pada awal Februari 2025. Tetapi proses sebelum itu tidaklah mudah.

Di akhir 2024, Reinaldi mulai merancang langkahnya masuk ke dunia konten. Ia mencari nama panggung yang berbeda dari nama aslinya, menyiapkan konsep, hingga memikirkan tagline yang mudah diingat. Namun niat itu sempat dipandang sebelah mata.

Ia pernah diremehkan oleh kawan dekatnya sendiri. Alasannya sederhana tapi menyakitkan, dianggap tidak bisa mengedit video, tidak percaya diri tampil di depan kamera, hingga tidak mampu mengisi suara (voice over).

Alih-alih mundur, cibiran itu justru menjadi bahan bakar semangatnya.

“Aku bisa jadi content creator juga,” begitu tekad yang tertanam dalam dirinya.

Awal 2025, nama Bang Zu Kabari resmi hadir di Instagram dan TikTok. Hanya dalam waktu 2 hingga 4 video, respons warganet begitu cepat. Pesan langsung (DM) mulai berdatangan. Tawaran endorse pun masuk mulai dari brand lokal hingga nasional.
Sebuah pencapaian yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Pada awalnya, Bang Zu Kabari dikenal lewat konten makanan atau food vlogger. Ia mengulas kuliner dengan gaya santai dan khas, yang membuat penonton merasa dekat. Namun seiring waktu, jenis kontennya semakin beragam. Hampir semua ide datang langsung dari dirinya sendiri.

Untuk proses produksi, ia biasa dibantu teman dalam pengambilan gambar. Namun untuk urusan editing dan voice over, semuanya ia kerjakan sendiri sesuatu yang dulu justru menjadi bahan ejekan.

Kontennya rutin diunggah melalui Instagram dan TikTok, dua platform yang menjadi panggung pertumbuhannya.

Meski baru setahun menjadi content creator, Reinaldi mengaku tak menyangka bisa mendapatkan begitu banyak tawaran kerja sama.

“Alhamdulillah, banyak banget endorse masuk. Nggak nyangka juga bisa dapat penghasilan lumayan dan dikenal dengan nama Bang Zu Kabari,” ujarnya kepada tim media, Rabu (19/2/2026).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa dunia content creator bukan sumber utama penghasilannya. Ia tetap menjalankan pekerjaan dan mengurus bisnisnya sendiri. Bagi Reinaldi, menjadi content creator adalah pekerjaan sampingan yang membantu menambah pemasukan.

Kesibukannya kini terbagi antara pekerjaan, mengelola usaha, dan membuat konten.
Bagi Bang Zu Kabari, pengalaman paling berharga bukan hanya soal materi. Ia bersyukur bisa dikenal banyak orang, bertemu content creator senior yang sudah lebih dulu terkenal, hingga bekerja sama dengan brand-brand besar.

Namun ambisinya tak berhenti di sini.
Ia ingin dikenal lebih luas lagi, membawa dampak positif bagi banyak orang, dan menunjukkan sisi baik dari dirinya. Saat ini, sekitar 15 persen pengikutnya berasal dari Malaysia sesuatu yang membuatnya semakin termotivasi.

“Semoga Bang Zu Kabari bisa lebih dikenal lagi, bahkan sampai ke luar negeri,” harapnya.

Dari Pontianak, Muhammad Reinaldi membuktikan bahwa keraguan orang lain bukanlah akhir dari mimpi. Terkadang, justru dari keraguan itulah lahir keberanian untuk melangkah lebih jauh.

Dan kini, setiap kali terdengar, “Sini sini Bang Zu Kabari,” itu bukan sekadar tagline melainkan simbol perjuangan seorang anak daerah yang berani membuktikan dirinya bisa.(Ara)