BENGKAYANG – Warga pedalaman Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kembali menyuarakan keresahan mereka terkait kondisi dua jembatan tua peninggalan era transmigrasi yang kini semakin rapuh dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Dua jembatan tersebut berada di wilayah Sungai Subah, Godang Damar, serta Desa Papang Tembawang. Selama kurang lebih 27 tahun, jembatan itu menjadi akses utama masyarakat pedalaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, berobat, hingga memenuhi kebutuhan sosial lainnya.

Namun seiring usia yang terus menua, kondisi fisik kedua jembatan kini kian memprihatinkan. Material kayu yang lapuk, struktur yang mulai rapuh, serta minimnya perawatan membuat warga dihantui rasa khawatir setiap kali melintas.

Amboysius, warga setempat menilai pemerintah tidak boleh terus menutup mata terhadap kondisi infrastruktur dasar di wilayah pedalaman.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman. Setiap hari warga melintas untuk bekerja, sekolah, dan berobat. Kalau dibiarkan, lambat laun akan roboh dan bisa memakan korban,” ujar Amboysius, Rabu (29/04/26).

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya tidak menunggu jatuhnya korban jiwa sebelum mengambil langkah nyata.

“Pak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, jembatan ini adalah akses utama masyarakat. Kalau tidak segera dibangun, lambat laun akan roboh. Apakah harus menunggu korban jiwa dulu baru ada tindakan?” tegasnya.

Menurut Amboysius, masyarakat pedalaman selama ini seolah belum merasakan pemerataan pembangunan secara adil, khususnya dalam sektor infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga.

“Sejak dulu sampai sekarang belum ada pembangunan serius dari APBD daerah. Kami hanya meminta keadilan pembangunan dan keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah pusat dapat segera turun tangan untuk membangun kembali kedua jembatan tersebut agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan keselamatan warga tetap terjamin.

Bagi masyarakat pedalaman, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan kebutuhan mendesak demi menjaga keselamatan, memperlancar roda perekonomian desa, serta menjamin masa depan generasi di wilayah pedalaman.(Rin).