PONTIANAK – Kontes arwana internasional yang digelar Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk Indonesia sukses menarik perhatian pecinta ikan hias dari berbagai negara. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor arwana di Indonesia dan Kalimantan Barat.

Ketua panitia sekaligus perwakilan Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk Indonesia, Eri Hikmatul Basyir mengatakan, kontes tahun ini diikuti sebanyak 192 ekor ikan arwana dengan pemilik yang berasal dari berbagai negara di Asia.

“Peserta tahun ini ada 192 ekor ikan. Pemiliknya bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari China, Jepang, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, hingga Kamboja,” ujarnya di Pontianak Convention Centre, Kamis (21/5/2026).

Menurut Eri, meskipun ikan yang diperlombakan banyak berasal dari penangkar lokal, namun pemilik maupun kolektornya berasal dari luar negeri. Hal itu menunjukkan tingginya minat pasar internasional terhadap arwana asal Kalimantan Barat.

Dalam perlombaan tersebut, panitia menghadirkan sekitar 15 juri internasional, termasuk perwakilan asosiasi arwana dari China. Beberapa pejabat asosiasi dari negeri tirai bambu juga turut hadir untuk menjadi bagian dari dewan juri.

“Dari China ada sekretaris jenderal dan wakil ketua umum asosiasi yang hadir menjadi juri,” jelasnya.

Penilaian dalam kontes dilakukan berdasarkan kategori ukuran dan kelas ikan. Untuk kelas kecil, aspek anatomi tubuh menjadi penilaian utama, sementara di kelas XL lebih menitikberatkan pada kualitas warna dan bentuk keseluruhan ikan.

Eri menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka peluang transaksi bisnis antar kolektor dan pelaku usaha arwana. Meski panitia tidak menangani langsung proses jual beli, transaksi biasanya tetap terjadi selama acara berlangsung.

“Kalau transaksi biasanya ada, tapi langsung antar pemilik ikan masing-masing,” katanya.

Dari sisi ekspor, Eri mengungkapkan sempat terjadi sedikit penurunan dibanding tahun 2023. Namun memasuki periode 2025 menuju 2026, tren ekspor arwana kembali mengalami peningkatan.

“Bisa dibilang industri arwana tetap bertumbuh dan menunjukkan kenaikan lagi,” ungkapnya.

Kontes arwana internasional ini juga terbuka untuk masyarakat umum secara gratis, sehingga pengunjung dapat melihat langsung berbagai jenis arwana unggulan dari dalam maupun luar negeri.(Ara)