SANGGAU – Dalam dua pekan terakhir, minyak goreng (migor) mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional maupun modern di Kota Sanggau.
Sejumlah ibu-ibu rumah tanggapun mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng.
“Di Alfamart dan Indomaret dari kemarin saya cari, semuanya kosong, kalau di toko-toko kecil ada, kemarin saya dapat minyak tawon tapi harganya Rp15 ribu untuk setengah liter, kalau satu liter Rp28 ribu,” kata Sulistiowati, salah seorang ibu rumah tangga kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
Menanggapi kelangkaan minyak goreng tersebut, Kepala bidang pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau Andy Gustami menyebut bahwa penjualan migor di pasar tradisional masih berjalan nornal.
“Kalau untuk di pasar tradisional normal untuk migor yang biasa. Untuk yg minyak kita yang kosong kurang lebih dua minggu ini,” kata Andy kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
Andi, sapaan akrannya mengaku sudah berkoordinasi dengan Bulog Sanggau menyikapi kelangkaan minyak goreng tersebut.
“Memang dari PT. Wilmarnya kosong, karena Wilmar fokus suplay migor untuk bantuan ketahanan pangan, minyak kita baru ada lagi di Gudang Bulog sekitar minggu ke tiga April ini,” ujarnya.
Terkait kelangkaan minyak goreng di pasar modern, baik Alfamart maupun Indomaret dijelaskan Andi, berdasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi bahwa Beberapa komoditi, termasuk minyak goreng terkendala pengiriman yang tertunda karena terbatasnya kontainer di beberapa waktu lalu.
“Mahalnya minyak goreng kemungkinan disebabkan masih kurangnya pasokan, sementara permintaan tinggi, dan kesempatan ini dimanfaatkan pedagang eceran menaikan harga. Kita tunggu satu minggu lagilah pasti sudah nornal kembali,” pungkasnya. (dra)

