SANGGAU – Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengingatkan ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu seiring semakin menggilanya aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran sungai Kapuas dan Sekayam Kabupaten Sanggau.

“Kami sebagai Pemerintah daerah sudah berkali-kali mengingatkan kepada masyarakat, karena bagaimanapun juga aktifitas ini berdampak buruk bagi masyarakat secara luas, apalagi kalau kita kaitkan dengan bencana, ini pasti terjadi jika kita tidak pandai menjaga alam,” kata Bupati usai menghadiri Samer Weekend di halaman Stadion Sabang Merah, Sabtu (25/4/2026) kemarin.

Aktifitas PETI yang dilakukan secara sporadis tanpa memikirkan dampak lingkungan, dikatakan Bupati Ontot berisiko memperparah kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat.

“Aktifitas PETI ini membahayakan bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat karena dilakukan secara sporadis tidak dibarengi dengan aturan-aturan yang ada,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, tegasnya, sudah mengeluarkan surat edaran untuk tidak melakukan penambangan secara ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan, namun, surat edaran tersebut sama sekali tidak diindahkan oleh para penambang.

“Kami sudah berupaya mencegah itu, melalui surat edaran yang kami buat, kami mohon kesadaran kitalah, jagalah alam maka alam akan menjaga kita,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yanh diterima media ini, aktifitas PETI kembali marak di sepanjang aliran sungai Kapuas dan Sekayam. Aktifitas tersebut diberitakan sudah berlangsung cukup lama namun tidak ada tindakan apapun yang dilakukan aparat Kepolisian setempat untuk.mencegah resiki kerusakan lingkungan. (dra)