KUBU RAYA – KK (29), mengaku telah menjadi korban tiket bodong lantaran tergiur akan mendapatkan untung hingga setengah dari modal yang dikeluarkannya.
Kejadian ini bermula saat teman SMA korban, AS, menawarkan bisnis jual beli tiket pesawat. Pelaku menawarkan kerja sama penjualan tiket pesawat dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar.
“AS menawarkan bisnis jual beli tiket pesawat online dengan harga murah dan dijanjikan keuntungan. Tiket yang dibeli dengan harga murah itu nantinya dijual kembali dengan harga normal, lalu selisihnya menjadi keuntungan,” ungkap korban pada Senin (8/6/2026).
Ia mengaku tergiur setelah dijanjikan keuntungan yang besar dari setiap transaksi. Dalam salah satu penawaran, modal puluhan juta rupiah disebut dapat menghasilkan keuntungan belasan hingga puluhan juta rupiah.
“Misalnya saya harus mengeluarkan modal Rp 53 juta, nanti keuntungan yang dijanjikan bisa mencapai Rp 23 juta, tergantung harga tiketnya,” ujarnya.
Menurut korban, pelaku meyakinkannya dengan menunjukkan perbedaan harga tiket yang tampil pada perangkat milik pelaku dan miliknya.
“Dia menunjukkan link di handphone pribadinya. Harga tiket di HP dia bisa Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu, sedangkan di HP saya sekitar Rp 1,4 juta. Katanya nanti tiket itu dijual dengan harga yang ada di HP saya,” tambahnya
Pada awalnya, bisnis keduanya berjalan lancar. Namun, kecurigaan mulai muncul ketika pembayaran keuntungan yang dijanjikan mulai mengalami keterlambatan.
“Awalnya saya tidak merasa bisnis ini janggal. Tetapi belakangan pembayaran mulai telat, sehingga menimbulkan rasa curiga,” katanya.
Korban mengaku bergabung dalam bisnis tersebut sejak 5 Mei 2026. Selama mengikuti program yang ditawarkan, total dana yang telah disetorkannya mencapai Rp 207.207.720.
“Saya mengikuti proses hukum yang berjalan. Saya dan pelaku memang berteman, dan rata-rata korbannya juga teman,” ungkapnya.
Kike bersama para korban lainnya berharap kasus tersebut dapat diproses secara tuntas dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

