PONTIANAK – Sebanyak 63 pendonor darah yang telah melampaui 100 kali donor mendapat penghargaan dari Palang Merah Indonesia Kota Pontianak. Penghargaan berupa pin emas ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi luar biasa mereka dalam aksi kemanusiaan.

Salah satu penerima, Zulfydar Zaidar, mengisahkan awal mula dirinya menjadi pendonor sejak masa kuliah di Jakarta pada era 1990-an. Ia tergerak setelah melihat langsung kebutuhan mendesak seorang keluarga seniornya yang membutuhkan transfusi darah.

“Awalnya memang takut, tapi saya berpikir bagaimana membantu orang lain di tengah keterbatasan yang saya miliki saat itu,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Di tengah kondisi ekonomi sebagai mahasiswa yang serba pas-pasan, ia justru menemukan makna bahwa membantu tidak selalu harus dengan materi. Donor darah menjadi jalan baginya untuk terus berbagi dan memberi manfaat bagi orang lain.

Menurutnya, setiap tetes darah yang didonorkan memiliki nilai kemanusiaan yang besar dan menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.

Hal senada disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Pontianak. Ia menyebut para pendonor sebagai pahlawan kemanusiaan karena telah berkontribusi nyata dalam menyelamatkan banyak nyawa.
“Pendonor yang sudah 100 kali mendonorkan darahnya, secara akumulatif telah menyumbang sekitar 30 liter darah dan berpotensi menolong hingga ratusan jiwa,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Pontianak masih cukup tinggi, yakni mencapai 100 hingga 150 kantong per hari. Sementara itu, ketersediaan darah rutin baru mampu memenuhi sebagian kebutuhan tersebut.

Untuk mengatasi kekurangan, PMI selama ini mengandalkan jaringan pendonor yang telah terdata serta dukungan dari keluarga pasien dalam kondisi darurat.

Meski demikian, PMI Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dengan rencana pembangunan laboratorium khusus guna memenuhi standar akreditasi nasional.

Edi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pendonor yang telah berkontribusi tanpa pamrih. Ia menegaskan bahwa penghargaan berupa pin emas tersebut menjadi simbol terima kasih dari masyarakat yang telah merasakan manfaat dari donor darah.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk rasa terima kasih kami kepada para pendonor yang telah menyelamatkan banyak nyawa. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tutupnya.(Ara)