PONTIANAK – Provinsi Kalimantan Barat ditetapkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi berskala nasional. Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan dengan Chief Executive Officer Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah di ruang kerja Gubernur.

Audiensi tersebut membahas persiapan kegiatan ground breaking hilirisasi industri ayam terintegrasi yang akan dilaksanakan secara serentak di 13 provinsi di Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan Barat, kegiatan ini direncanakan dipusatkan di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak, pada Januari 2026.

Gubernur Ria Norsan menyambut positif rencana pelaksanaan ground breaking tersebut. Ia menilai program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi akan memberikan dampak strategis bagi daerah, khususnya dalam menjaga ketersediaan daging ayam dan telur bagi masyarakat Kalimantan Barat.

“Dengan adanya program ini, diharapkan kebutuhan daging ayam dan telur di Kalimantan Barat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ujar Norsan, Selasa (6/1/2025).

Sementara itu, CEO Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan ground breaking akan dilakukan serentak di 13 provinsi dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia yang berpusat di Jawa Timur. Gubernur Kalimantan Barat direncanakan mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

“Ground breaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Kalimantan Barat akan dilaksanakan di Kabupaten Landak, tepatnya di Kawasan Industri Mandor. Kami berharap Bapak Gubernur dapat berpartisipasi, karena program ini merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak dan dibuka langsung oleh Presiden,” jelas Hendra.

Program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini diketahui merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam pemerataan pembangunan sektor peternakan, mengatasi potensi kelangkaan telur dan daging ayam, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sejalan dengan program strategis Kementerian Pertanian.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *