KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Memasuki hari ke-12, api masih aktif di sejumlah titik dan bahkan dilaporkan mulai mendekati akses jalan utama di wilayah pemukiman. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Desa Kuala, Kecamatan Sungai Raya.

Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, mengatakan proses pemadaman dihadapkan pada kendala serius, terutama minimnya ketersediaan air di lapangan.

“Kendala terbesar saat ini adalah sumber air. Parit-parit sudah kering dan banyak yang tertutup pakis serta rumput, sehingga harus dibersihkan dan digali manual terlebih dahulu,” jelas Florensius, Rabu (28/1/2026).

Meski demikian, ia memastikan kekuatan personel pemadam masih dalam kondisi siap dan terus bekerja melakukan pemadaman serta penyekatan api agar tidak meluas ke area lain.

“Personel masih lengkap dan tetap berjuang di lapangan. Namun memang peralatan mulai mengalami penurunan performa karena digunakan setiap hari dan perlu perawatan,” tambahnya.

Asap akibat karhutla dilaporkan semakin pekat dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Pihaknya pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Florensius juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di kawasan gambut yang sangat rentan dan sulit ditangani ketika terjadi kebakaran.

“Jangan membuka lahan dengan membakar, sekecil apa pun. Terlebih di lahan gambut, dampaknya bisa meluas dan sulit dikendalikan,” tegasnya.

Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan guna menekan perluasan kebakaran serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *