SAMBAS – Bupati Sambas Satono meminta peran aktif media dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Koordinator Wilayah MBG dan SPPG Kabupaten Sambas di aula utama kantor Bupati Sambas, Jumat (27/3/2026).
Keterlibatan media dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Menurut Satono media memiliki fungsi strategis sebagai bagian dari kontrol sosial. Oleh karena ia mendorong insan pers agar ikut serta untuk melakukan pengawasan pelaksanaan program MBG.
“Media informasi harus andil dalam pengawasan pelaksanaan program MBG ini, jika ada hal yang menyimpang dari SOP, perlu disampaikan,” ujar Satono.
Bupati dua periode ini mengungkap, jika saat ini terdapat sekitar 55 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Sambas. Menurut Satono dengan jumlah tersebut tentu membutuhkan pengawasan bersama dari berbagai pihak. Ini demi pelaksanaan program tetap berjalan baik dan kualitas yang tetap terjaga.
“Dengan jumlah dapur yang cukup banyak, pemantauan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Media dan masyarakat juga harus ikut serta dalam mengawasi pelaksanaan program ini,” tegasnya.
Menutup arahannya, Bupati Sambas Satono menegaskan pentingnya pengawasan kolektif guna menjaga kualitas pelaksanaan program MBG yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat. Ia menyebut, hingga saat ini implementasi program di Kabupaten Sambas masih berjalan tanpa insiden.
“Kondisi ini harus terus dijaga dan dipertahankan. Karena itu, pengawasan perlu ditingkatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Satono juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap menjalankan program sesuai prosedur yang berlaku. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada pelanggaran maupun praktik yang menyimpang dalam pelaksanaannya.
“Pelaksanaan harus tetap sesuai aturan. Kita tidak ingin ada kejadian yang mencederai tujuan program ini,” tandasnya.(Rad)

