KUBU RAYA – Tim Hukum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Barat melakukan penelusuran langsung ke Pesantren Labbaik Indonesia di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap. Kunjungan ini bertujuan untuk mengumpulkan fakta dan memperdalam informasi terkait meninggalnya santri Irfan Zaki Azizi.

Tim yang dipimpin Ruhermansyah bersama sekretaris Muhammad Merza Berliandy serta anggota lainnya meninjau berbagai fasilitas di lingkungan pesantren. Mulai dari asrama, kamar santri, ruang kelas, hingga area pendukung seperti UKS dan ruang pengurus, tak luput dari pemeriksaan.

Menurut Ruhermansyah, langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh terkait kondisi pesantren, termasuk aspek keamanan, pola pembinaan, serta lingkungan tempat almarhum menempuh pendidikan.

“Kami ingin mendapatkan fakta langsung di lapangan, melihat bagaimana kondisi pesantren dan sistem yang berjalan di dalamnya,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dari hasil peninjauan awal, tim mengaku memperoleh sejumlah informasi tambahan, termasuk potensi saksi yang nantinya akan dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, Muhammad Merza Berliandy menyebutkan bahwa kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan data yang diperoleh dari berbagai pihak, mulai dari keluarga korban, pihak rumah sakit, hingga kepolisian.

“Kami ingin memahami situasi secara menyeluruh, termasuk kondisi lingkungan pendidikan di lokasi kejadian, sehingga bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh,” jelasnya.

Tim juga mencatat kondisi kamar santri yang dihuni puluhan orang dalam satu ruangan dengan tempat tidur bertingkat. Hal ini menjadi bagian dari data yang dihimpun guna mendukung proses investigasi.

Ke depan, tim hukum berencana berkoordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan dilakukannya otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi, apakah sesuai dengan informasi yang beredar atau ada hal lain yang perlu diungkap,” tegasnya.

Meski demikian, pihak pesantren disebut bersikap kooperatif selama proses kunjungan berlangsung. Namun, saat dimintai keterangan oleh media, salah satu perwakilan pesantren memilih tidak memberikan komentar dan mengarahkan konfirmasi kepada juru bicara resmi.

Hingga kini, kasus meninggalnya Irfan Zaki Azizi masih terus menjadi perhatian, dengan berbagai pihak berharap fakta yang sebenarnya dapat segera terungkap secara transparan.(Ara)