PONTIANAK – Proses evakuasi korban kecelakaan helikopter PK-CFX berlangsung lancar dan cepat. Seluruh jenazah yang masuk dalam manifest berhasil dievakuasi dan dibawa ke Lanud Supadio Pontianak pada pagi hari ini.

Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Sidik Setiyono, menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara sebagai bentuk dukungan penuh terhadap misi kemanusiaan.

“Sejak kemarin hingga pagi hari ini, kita bersama-sama menyaksikan seluruh manifest berhasil dievakuasi ke Lanud Supadio. Ini merupakan bukti bahwa TNI Angkatan Udara hadir untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan,” ujarnya saat diwawancarai di Lanud Supadio, Jum’at (17/4/2026).

Ia menjelaskan, proses evakuasi berjalan tanpa kendala berarti. Kondisi di lokasi kejadian dinilai cukup mendukung, sehingga mempermudah tim dalam melakukan pengangkutan korban dari titik penemuan menuju Pontianak.

Selanjutnya, seluruh jenazah langsung diberangkatkan dari Lanud Supadio menuju rumah sakit Polda untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga korban juga telah hadir untuk menunggu proses berikutnya.

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Kecelakaan memang tidak pernah diharapkan, namun seluruh proses evakuasi dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Danlanud juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam operasi ini, mulai dari tim darat, personel TNI, hingga kru helikopter yang telah bekerja sejak awal pencarian hingga proses evakuasi.

“Terima kasih kepada seluruh tim, termasuk dari satuan TNI dan kru udara yang telah berkoordinasi dengan baik. Evakuasi melalui jalur udara terbukti sangat efektif, cepat, dan lancar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, waktu tempuh penerbangan dari lokasi kejadian menuju Pontianak relatif singkat, yakni kurang dari dua jam, dengan durasi sekitar 45 menit sekali jalan.

Selain itu, kondisi di lapangan juga dinilai kondusif karena seluruh tim darat telah bersiaga dan terorganisasi dengan baik saat helikopter tiba di lokasi.

Peristiwa ini menjadi bukti kuatnya sinergi antarinstansi dalam penanganan bencana, khususnya dalam misi kemanusiaan yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.(Ara)