LANDAK – Aksi pencurian yang disertai ancaman senjata tajam berhasil diungkap aparat kepolisian. Seorang pria berinisial S als A ditangkap setelah diduga mengambil ponsel milik korban usai penagihan utang berujung ketegangan.
Peristiwa tersebut bermula saat pelaku bersama rekannya mendatangi rumah korban untuk menagih utang sebesar Rp2 juta. Namun, karena korban belum mampu membayar, situasi memanas. Pelaku diduga emosi hingga mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam korban.
Dalam kondisi panik, korban melarikan diri sambil berteriak meminta pertolongan. Saat itu, ponsel miliknya jenis Oppo Reno 4 terjatuh di depan pelaku. Melihat kesempatan, pelaku langsung mengambil ponsel tersebut sebelum meninggalkan lokasi.
Usai kejadian, pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki menuju Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Berdasarkan hasil penyelidikan, ponsel tersebut rencananya akan dijual untuk membiayai perjalanan pulang ke kampung halaman.
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, Unit Jatanras Satreskrim Polres Landak mulai melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Entikong.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama, pelaku berhasil diamankan di wilayah Entikong oleh anggota Polsek Entikong.
Keesokan harinya, Kamis, 30 April 2026, tim dari Polres Landak menjemput pelaku untuk dibawa ke Mapolres Landak guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasat Reskrim AKP Kuswiyanto menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara melanggar hukum. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang benar,” ujarnya.
Sementara itu, korban mengaku sempat mengalami trauma akibat ancaman senjata tajam. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas respons cepat dalam menangani kasus tersebut.
“Saya sangat berterima kasih. Saat kejadian saya sangat takut karena diancam dengan pisau. Yang penting saya selamat,” ungkap korban.

