KUBU RAYA – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk nelayan di Kabupaten Kubu Raya kini memasuki tahap penyelidikan serius.
Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya melalui Satuan Reserse Kriminal bergerak cepat menelusuri rantai distribusi hingga kemungkinan adanya penyimpangan di lapangan.
Langkah ini diambil menyusul mencuatnya isu di tengah masyarakat dan media sosial terkait sulitnya nelayan memperoleh solar subsidi. Polisi kini fokus mengurai alur penyaluran BBM, mulai dari distribusi resmi hingga dugaan kebocoran yang merugikan kelompok nelayan kecil.
Kasubsie Penmas Aiptu Ade menyampaikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. Sejumlah pihak yang dinilai mengetahui mekanisme distribusi pun mulai dimintai keterangan.
“Penyelidikan sedang berjalan. Kami mendalami semua informasi, termasuk alur distribusi dan pihak-pihak yang terlibat,” ujar Ade, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, klarifikasi dari berbagai pihak menjadi bagian penting untuk mengungkap dugaan praktik penyelewengan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya pola lama yang kembali digunakan oleh oknum tertentu untuk memanfaatkan celah distribusi BBM subsidi.
Tak hanya itu, aparat juga mulai memetakan potensi titik rawan dalam penyaluran solar, termasuk di fasilitas distribusi seperti SPBN maupun jalur distribusi lainnya. Jika ditemukan bukti kuat, Polres Kubu Raya memastikan akan menindak tegas tanpa pandang bulu.
“Kami minta semua pihak kooperatif. Jangan ada yang menutup-nutupi, karena ini menyangkut hak masyarakat, khususnya nelayan,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian memastikan proses hukum berjalan transparan dan hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
Dengan penyelidikan yang terus berjalan, Polres Kubu Raya berharap praktik penyelewengan solar subsidi dapat diungkap secara tuntas, sehingga distribusi BBM kembali tepat sasaran dan tidak merugikan nelayan yang bergantung pada pasokan tersebut.(Ara)

