PONTIANAK – Kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok masih menjadi tantangan bagi para pedagang pasar tradisional.

Marlina (50), seorang pedagang yang mengaku harus menghadapi harga pasokan yang semakin tinggi di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Menurut Marlina, harga berbagai kebutuhan pokok yang diperoleh dari petani maupun pemasok mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah jahe.

“Kalau belanja tergantung harga pasar juga. Sekarang hampir semua barang naik. Dulu jahe paling tinggi Rp15 ribu, sekarang sudah di kisaran Rp20 ribuan karena memang harga dari petaninya juga sudah segitu,” ujarnya saat diwawancarai di pasar senggol kuala dua, Rabu (23/6/2026).

Tidak hanya jahe, harga bawang dan beberapa komoditas lainnya juga mengalami peningkatan. Bahkan, untuk satu karung bawang, biaya yang harus dikeluarkan pedagang bisa mendekati Rp1 juta.

“Kadang pembeli mengira kami yang menjual mahal, padahal kami juga dapat barangnya sudah mahal. Semua sekarang naik,” katanya.

Di tengah kenaikan harga, Marlina mengaku jumlah pembeli yang datang ke pasar tidak seramai dulu. Menurutnya, masyarakat saat ini berbelanja sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing sehingga transaksi yang terjadi cenderung lebih sedikit.

“Pembelinya sekarang kurang. Mereka belanja semampunya saja, tidak seperti dulu. Di Pasar Bahagia mungkin lebih murah karena banyak petani yang langsung menjual hasilnya di sana, sedangkan di sini tidak banyak, jadi harga yang kami ambil juga lebih tinggi,” tuturnya.

Meski demikian, Marlina berharap usaha yang telah digelutinya selama bertahun-tahun tetap bisa bertahan. Ia berharap harga barang kebutuhan pokok ke depan dapat lebih terjangkau sehingga tidak memberatkan masyarakat sekaligus tetap menguntungkan petani dan pedagang.

“Kalau bisa harga barang turun seperti dulu lagi, jadi enak berdagang. Kita ambil barang, petani hidup, pedagang juga hidup, sama-sama dapat rezeki. Karena masyarakat di sini rata-rata pendapatannya masih rendah, jadi harga yang terjangkau tentu sangat membantu,” harapnya.

Marlina berharap kondisi perekonomian masyarakat terus membaik sehingga aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali bergairah dan mampu menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi para pedagang maupun petani.(Ara)