KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengingatkan PT Pertamina agar segera mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kembali terjadinya antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Peringatan tersebut disampaikan menyusul mulai munculnya antrean kendaraan di beberapa titik di Kabupaten Kubu Raya.

Sujiwo mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, persoalan antrean BBM yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang kini mulai merambah ke wilayah Kubu Raya. Salah satu titik yang mulai menunjukkan gejala antrean adalah SPBU di kawasan Wonodadi.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya memberikan warning sekaligus mengingatkan kepada pihak Pertamina. Informasinya kita lihat di media sosial, sebelumnya terjadi di Kayong Utara dan Ketapang, sekarang sebagian sudah mulai merambah ke Kubu Raya, contohnya di Wonodadi. Memang belum separah kejadian sebelumnya, tetapi ini harus segera diantisipasi,” tegas Sujiwo saat diwawancarai, Senin (27/7/2026).

Ia meminta Pertamina tidak menunggu kondisi semakin parah sebelum bertindak. Menurutnya, langkah preventif harus segera dilakukan melalui pemetaan distribusi BBM serta pengawasan yang lebih ketat di lapangan.

“Pertama lakukan pemetaan, kemudian lakukan pengawasan. Jangan sampai nanti persoalan ini semakin membebani masyarakat,” ujarnya.

Sujiwo menilai masyarakat saat ini sudah menghadapi berbagai persoalan yang cukup berat. Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, musim kemarau berkepanjangan, hingga potensi intrusi air laut akibat surutnya Sungai Kapuas menjadi tantangan yang harus dihadapi warga.

“Coba bayangkan, masyarakat sekarang menghadapi karhutla, ekonomi juga sedang sulit, kemarau panjang, Sungai Kapuas mulai surut, sebentar lagi air asin berpotensi masuk ke jaringan air bersih. Jangan ditambah lagi dengan persoalan antrean BBM. Beban masyarakat jangan sampai bertumpuk,” katanya.

Menurut Sujiwo, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan keresahan masyarakat apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, ia meminta Pertamina mengambil langkah konkret sebelum situasi berkembang menjadi lebih buruk.

“Tensi masyarakat saat ini sudah mulai meningkat. Jangan ditambah lagi dengan persoalan-persoalan lain yang sebenarnya bisa dicegah,” ucapnya.

Sujiwo juga meminta Pertamina memperkuat pengawasan distribusi BBM dengan melibatkan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat agar penyaluran BBM berjalan tepat sasaran dan tidak memicu antrean panjang.

“Saya mengingatkan teman-teman Pertamina, ayolah, ini perusahaan milik negara. Segera lakukan pemetaan, ambil langkah-langkah strategis, konkret, dan antisipatif. Perkuat pengawasan, lakukan kolaborasi dengan aparat penegak hukum, instansi terkait, serta elemen masyarakat supaya peristiwa seperti sebelumnya tidak terulang,” tegasnya.

Ia menegaskan, apabila antrean panjang kembali terjadi, maka dampaknya akan semakin memperberat beban masyarakat yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun kondisi alam yang kurang bersahabat.

“Sekali lagi saya mohon, atas nama pemerintah dan masyarakat, lakukan langkah-langkah strategis, konkret, dan penuh kebijaksanaan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi beban baru bagi masyarakat Kubu Raya,” pungkasnya.(Ara)