JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan pemadam kebakaran berbasis tepung ubi atau singkong sebagai alternatif untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dorongan ini diungkapkan Prabowo usai Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan dapat digunakan untuk mencegah api dan memadamkan api pada tahap awal.

“Intinya dia bisa meredam. Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar,” ungkap Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan, pada Senin (23/8/2026).

Prabowo bahkan meminta agar riset dan produksi bahan tersebut segera dilakukan. Ia juga meminta pengajuan anggaran untuk mendukung pengembangannya.

Sementara itu, Malaysia membantu memadamkan karhutla di Sumatera dengan menggunakan Pesawat Bombardier CL-415MP.

Pesawat amfibi milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) ini mampu membawa sekitar 6.137 liter air dalam satu kali pengambilan.

Pesawat tidak perlu mendarat di bandara untuk mengisi ulang tangki dan dapat mengambil air sambil melaju di permukaan perairan.

Harga pesawat amfibi ini mencapai US$30 juta hingga US$40 juta atau sekitar Rp475 miliar hingga Rp710 miliar per unit.

Harga satu unit pesawat ini kurang lebih alokasi anggaran makan bergizi gratis (MBG) yang mencapai sekitar Rp855 miliar hingga Rp1 triliun per hari.