PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyalurkan bantuan air bersih dan membuka pasar murah bagi masyarakat Kabupaten Ketapang.Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap dampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan air bersih diberikan kepada masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat kondisi kemarau. Penyaluran ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah kondisi cuaca yang kering.

Selain air bersih, Ria Norsan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang juga membuka pasar murah yang dipusatkan di Lapangan Sepakat. Sebanyak 1.000 paket sembako bersubsidi disiapkan untuk masyarakat.

Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram. Paket tersebut memiliki nilai sekitar Rp130 ribu, namun masyarakat cukup membayar Rp50 ribu berkat subsidi melalui dukungan CSR Bank Kalbar.

“Isi setiap paket sembako murah ini berupa beras premium 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram. Harga pasarnya sekitar Rp130 ribu, tetapi kita bantu melalui subsidi CSR Bank Kalbar, sehingga masyarakat cukup membayar Rp50 ribu,” ujar Ria Norsan, Rabu (23/9/2026).

Pasar murah tersebut mendapat sambutan dari masyarakat yang datang untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Ria Norsan mengatakan, kegiatan pasar murah tidak hanya ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat selama menghadapi kondisi kemarau dan dampak karhutla.

Setelah menyalurkan bantuan, Gubernur Kalbar melanjutkan kunjungan dengan meninjau sejumlah lokasi yang rawan karhutla di wilayah Pelang, Ketapang. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus mengevaluasi penanganan kebakaran di lapangan.

Ria Norsan menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, Manggala Agni, dunia usaha hingga masyarakat.

“Penanganan karhutla dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti air bersih dan ketersediaan pangan, harus berjalan secara bersamaan. Kita ingin memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana asap sekaligus merasakan kehadiran pemerintah melalui langkah-langkah konkret,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dan respons di lapangan untuk menangani karhutla sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.(Ara)