KUBU RAYA – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah perusahaan perkebunan di Kalbar.
Sidak dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan konsesi perusahaan menyusul terdeteksinya 288 titik panas atau hotspot di wilayah konsesi perkebunan di Kalbar.
Salah satu perusahaan yang diperiksa yakni PT Agro Alam Nusantara (AAN) di Kabupaten Kubu Raya.
Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Rino Anteno Tengo, mengatakan, pihaknya turun langsung untuk memastikan apakah titik panas tersebut berada di dalam kawasan konsesi perusahaan atau di luar kawasan.
“Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan melihat apa yang menjadi penyebab kebakaran lahan di sekitar wilayah konsesi,” ujar Rino.
Tidak ditemukan lahan terbakar di konsesi PT AAN
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan lahan terbakar di dalam kawasan konsesi PT Agro Alam Nusantara.
Kebakaran yang ditemukan di sekitar wilayah konsesi berada di lahan milik masyarakat.
Rino mengapresiasi langkah PT AAN yang telah melakukan mitigasi serta menyiapkan tim pemadam untuk membantu menangani kebakaran di sekitar wilayah konsesi.
Menurut Rino, perusahaan perkebunan harus memiliki kesiapan sarana dan prasarana untuk mencegah serta menangani kebakaran lahan.
Jika terbukti terjadi kebakaran di dalam kawasan konsesi dan perusahaan tidak melakukan upaya pencegahan maupun tidak memiliki kesiapan penanganan, pemerintah daerah dapat memberikan sanksi.
“Kalau terbukti wilayah perusahaan terbakar dan tidak ada upaya pencegahan melalui kesiapan sarana dan prasarana, tentu akan ada sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai,” katanya.
PT AAN perkuat kesiapsiagaan karhutla
Manager PT Agro Alam Nusantara, Yogi Dwi Angga, mengatakan, perusahaan telah menyiapkan berbagai sarana untuk mengantisipasi dan menangani karhutla.
Sarana tersebut meliputi tim pemadam, menara api, embung, hingga sekat kanal.
Selain itu, tim pemadam PT AAN telah melakukan simulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan bersama Manggala Agni Kalimantan Daops VIII/Pontianak pada 19 Mei 2026.
Kegiatan tersebut juga melibatkan pemerintah desa dan kecamatan di sekitar wilayah konsesi, termasuk Desa Rasau Jaya Umum, Desa Mekar Sari, dan Desa Kuala Dua, serta masyarakat peduli api (MPA) di wilayah tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi apabila terjadi kebakaran di sekitar kawasan konsesi.
Kolaborasi dengan Polres Kubu Raya
PT Agro Alam Nusantara juga melakukan kolaborasi dengan Polres Kubu Raya melalui kegiatan Operasi Aman Nusa II dalam penanganan karhutla di wilayah Rasau Jaya dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PT AAN turut mendukung penempatan posko terpadu yang melibatkan sembilan personel Brimob di kawasan PT Agro Alam Nusantara.
Yogi mengatakan, PT AAN berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Manggala Agni, pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla.
“Kami berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, baik di sekitar wilayah konsesi maupun di luar wilayah konsesi,” kata Yogi.
Sebelumnya, PT AAN juga menggelar apel siaga karhutla dan sosialisasi kesiapsiagaan bersama Manggala Agni serta masyarakat peduli api.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api di sekitar wilayah perusahaan.(UL)

