KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyatakan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan mengalokasikan bantuan sebesar Rp1,25 miliar untuk renovasi rumah betang di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang.

Bantuan tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian kegiatan budaya Naik Dango yang melibatkan tiga kabupaten, yakni Kubu Raya, Landak, dan Mempawah, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan kontingen yang telah menyukseskan pembukaan acara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh kontingen. Pembukaan tadi luar biasa, meski dalam kondisi panas tetap semangat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti semangat gotong royong dari masing-masing kontingen yang turut berpartisipasi dengan kontribusi dana sebesar Rp6 juta, meski tanpa dukungan fasilitas yang memadai.

Lebih lanjut, Sujiwo mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir dalam menjaga dan melestarikan budaya, salah satunya melalui renovasi rumah betang yang dinilai memiliki nilai historis.

“Rumah betang ini dibangun tahun 2000 dan selesai 2001. Saya ingat betul karena saat itu masih menjadi anggota DPRD. Maka sudah sepatutnya kita rawat kembali,” jelasnya.

Menurutnya, budaya merupakan identitas penting bangsa sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, dalam konsep Trisakti.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Masyarakat Dayak dengan budayanya adalah bagian dari identitas Indonesia. Semua etnis punya budaya dan pemerintah harus hadir untuk menjaga serta melestarikannya,” tegas Sujiwo.

Ia juga menyambut baik kesepakatan baru tiga daerah dalam pelaksanaan Naik Dango yang kini menggunakan sistem bergilir secara proporsional, menggantikan pola lama 3-2-1.
Ke depan, Sujiwo memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai kegiatan budaya akan terus berlanjut.

“Selama saya masih menjabat, insya Allah akan terus kita support. Tahun 2029 nanti siap kita gelar kembali. Setelah ini juga ada Robo-Robo dan berbagai budaya lainnya yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Sujiwo menegaskan, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Kalau kita tidak menjaga budaya kita sendiri, maka suatu saat akan hilang. Maka ini tanggung jawab kita bersama untuk merawat dan melestarikannya,” pungkasnya.(Ara)